Twitter
RSS

Kekasih

0
Mungkin kau bukanlah rembulan keperakan yang sinar putihnya selalu kupandang

Bukan pula lilin temaram yang setia menemani kelamnya malam

Kau tidak selembut kelopak-kelopak mawar yang bermekaran

Tidak seterang mentari pagi yang hari ini tak kasat mata

Kadang kau tiba-tiba menyapa di antara duka

Hadir diantara riak-riak rindu yang membeku

Ikut berjatuhan bersama derasnya titik-titik nestapa air mata

Menyeruak bersama senja di lorong-lorong kota

Seberkas saja bayangmu merasuk

Tak kuasa raga merasa

Perihnya luka yang bahkan tak menganga

Namun bekasnya tak pernah terlupa

Mungkin pada akhirnya kau pula harus memudar

Bersama derasnya sungai harapan yang memercik segar

Tak pernah kemana sebelum aliran itu semakin menjauh

Hanya terdiam tapi tak berjiw

dikirim oleh :

Atang Nurkholqi Hadiyal Anam

Seruan Mahaka

0
Namaku Mahaka

Aku ada di sini, di sana, di mana-mana

Mau baca koran? Ada

Mau cari majalah? Ada

Mau berita olahraga? Ada

Bisnis, properti, agama? Semua ada

Aku menaungi berbagai media, dari ujung sini sampai ujung sana

Atas nama Mahaka aku bernaung ke seluruh negeri

Dengan berita, olahraga, politik, sosial budaya

Bersama membangun negeri

Dari sebuah Mahaka, aku hadir tiap waktu untuk aku, kamu, kita semua

Sebagai tanda cinta kami pada Ibu Pertiwi

Menyeru nama bangsa Indonesia

Mahaka tetap berseru

Mahaka akan terus maju

Mahaka adalah pemersatu

Bangkitlah Indonesiaku

Biar bertungkus lumus..

Mahaka mendukungmu..

Atas nama Mahaka

Mari galangkan tonggak kesatuan Indonesia

Meraih mimpi dan cita

Tuk mencapai Indonesia jaya, aman, dan damai..

dkirim oleh :

Atang Nurkholqi Hadiyal Anam

Aina Anta?/Dimana Dirimu?

0
Kala matahari ‘tak mampu memancarkan sinarnya

Siang menjadi gelap

Tak ada lagi cahaya..

Ditutupi oleh asap hitam kedzoliman..

Lalu jiwa-jiwa berlarian mencari haknya

Meminta perlindungan…

Dimana engkau saudaraku?

Akankah engkau terus diam?

Sementara disana saudaramu dalam keterpurukan oleh ketidakadilan dunia..

Lalu dimana kontribusimu..??

Dia tidur beralaskan kewaspadaan..

Diselimuti oleh bunyi ledakkan dari tank-tank zionis yang setiap saat bisa datang membunuhnya...

Lalu dimana engkau saudaraku???

Saat saudaramu menangis karena kebiadaban

Saat dia mencoba melawan dalam kelemahan

Akankah engkau terus diam dalam selimutmu?

Dia saudaraku..

Dia saudaramu..

Dia saudara kita..

Lalu…

Aina anta ya akhie…!!? (Dimana dirimu wahai saudara ku)

Aina anti ya ukhtie…!!? (Dimana dirimu wahai saudara ku)

Aina anta…!!! (Dimana dirimu)

Aina..? Aina..? Aina..?!!! (Dimana...? Dimana...? Dimana....?)

Wahai Islam...

Wahai jiwa-jiwa yang mengaku merindukan syurga...

Luruskan barisanmu..

Rapatkan saff mu...

Bersama kita bebaskan saudara kita

Bersama kita bebaskan Palestina..

Allahu Akbar...! (Allah Maha Besar)

Allahu Akbar...!!! ?(Allah Maha Besar)

Allahu Akbar...!!!!! (Allah Maha Besar)

dikirim oleh :
Atang Nurkholqi Hadiyal Anam

Senja Di Beranda Musi

0
Lembayung elok itu menelikung, menjeratku dari angan kepada malam yang hitam menelan nyaliku menari bersama alam, buyar lusuh paras keemasan. Kupandangi kemilau fana itu Lembut mencekam Indah merayu melankolis menakutkan Dibisikkannya kekejaman malam, dibangunkannya bulu ketakutan, disematkannya ngeri malam di sudut-sudut sukma yang perawan. Lembayung bukanlah malam intrik kejahatan Sebagaimana senja bukan kegelapa Sebagaimana beranda bukan ruang makan Andaikan siang tiada batas Andaikan malam tiada was-was Kan kuhamburkan nafasku di antara usia yang terus mengejar ketertinggalan malam Aku padamu senja! dikirim oleh : Atang Nurkholqi Hadiyal Anam

Bidadariku

0
Senyum merekah terpancar ramah
Tak meredup bagai kuala
Bening telaga alirarkan raga
Sadarkan diri kau anugerah terindah.


Kawan!! Aku Bukan Milikmu Lagi...

0
Asalamualaikum kawan...
sapaan ini merupakan awal aku bertemu kalian

kawan. begitu indah saat bersama kalian
hingga aku lupa akan diriku
aku lupa akan siapa dan dari mana aku berasal
aku juga tak ingat kapan terakhir aku merasa lapar
oleh sebab bersama kalian kawan

kawan. ingatkah kalian saat kita bermunajad bersama
ingatkah kalian saat mengantri demi sepercik air untuk wudhu
ingatkah kalian saat aku digoda habis-habibab dan aku menggoda kalian habis habisan
ingatkah kalian kebersamaan itu,
ingatkah?
atau kalian pura -pura ingat atau pura-pura lupa?
jika kalian lupa, sungguh kawan akulah pertama yang akan menamparmu kawan




kawan.
sesekali kita bersama mengepalkan tangan satu visi menuju rumah para wali (yaman)
namun waktu itu diriku tervonis TIDAK BISA
namun, siapakah yang membelaku, siapakah yang membesarkan hatiku....
dengan linangan airmata, aku akan katakan dan aku akan jawab :
"KALIAN WAHAI KAWANKU"
hingga teringat jelas saat sore itu di gerbong terakhir aku mengantarkan kalian
ketempat yang kalian inginkan

aku tertap merindukan kalian kawan,,kalian bisa meraih semua yang kalian inginkan disana
kalian bersama-sama menyebar ilmu allah ditempat kalian
satu diantara kalianpun berprestasi dinegeri para wali,,
merinding jiwa ini mendengarnya wahai kawan.

kawan ,,suatu ketika
bidadari mennyapaku
dan akhirnya aku memulikiannnya dengan ikatan NIKAH,,,,
aku bahagia, batinku menjerit, jiwaku menagis dan berteriak,
"KEMANAKAH KAU KAWAN"
tak satupun diantara mereka datang memberikan senyum dan doa bagiku
ditempat yang selamanya hanya berlangsung satu kali
"KEMANAKAH KAU KAWAN"

aku merasa kehilangan kalian kawan
aku merasa dia merampa kalian dariku kawan
aku merasa sangat kehilangan kalian kawan


kawan,,,satu hal yang aku bersumpah untuk memohon kepada kalian
"DEMI ALLAH, DOAKAN AKU KAWAN"

"DAN INGATLAH AKU MENJADI SAUDARAMU KAWAN"
Hanya itu kado yang terindah bagiku saat ini kawan


kawan
selamat jalan
selamat berjuang
aku mendahului kalian
aku akan mendoakan kalian
kalianlah yang pernah terbaik dan akan terbaik bagiku




habaib yang merindukanmu kawan


Unutk :
GUS HASAN ,BEB EJA, GUZ ZENI, AAM, UST KEIF,GUS AS'AD Dan kalian semua kawan